Universitas Negeri Semarang

SELAMAT DATANG PARA PEMBACA. Bekerjalah dengan hatimu melalui KONTRIBUSI DAN PENGABDIAN TERBAIK serta gunakan segala potensi yang anda miliki. Pada saat itu anda tidak akan merasa BEKERJA. karena setiap TINDAKAN adalah pilihan YANG MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN.

Rabu, 24 Juni 2015

ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN PENGETAHUAN DAN PENGETAHUAN BERBASIS STRATEGI UNTUK MENCIPTAKAN KEUNGGULAN BERSAING BERKELANJUTAN (Studi Pada SMK Swasta YPUI Parung-Bogor)



ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN PENGETAHUAN
DAN PENGETAHUAN BERBASIS STRATEGI UNTUK MENCIPTAKAN KEUNGGULAN BERSAING BERKELANJUTAN
(Studi Pada SMK Swasta YPUI Parung-Bogor)

Wiyanto
Pascasarjana Universitas Pamulang Tangerang Selatan
Email: wytcedu07@Gmail.com

Abstrak : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan program pendidikan yang menyiapkan peserta didik setelah lulus mampu untuk Bekerja secara profesional dan/atau Melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan/ atau Wirausaha (BMW). Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang menaruh perhatian tinggi terhadap pendidikan pada tingkat SMK. Sesuai dengan yang diamanatkan dalam sistem pendidikan nasional bahwa pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, kesempatan mutu, serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal dan global dibuktikan oleh kabupaten bogor dengan berdirinya banyak SMK dengan berbagai pilihan program keahlian. Besarnya kuantitas sekolah harus didukung oleh besarnya kualitas SDM yang berada dilini terdepan yaitu PTK di sekolah. PTK harus memiliki  pengetahuan dan dapat mengelolanya. Mengelola pengetahuan baik individu atau pengetahuan organisasi secara lebih efektif serta menggunakannya untuk memberikan pelayanan pendidikan yang sesuai dengan harapan bahkan melebihi harapan pelanggan baik internal maupun eksternal merupakan salah satu upaya untuk menciptakan keunggulan bersaing berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui knowledge resource dan penerapan knowledge management (KM) baik eksplisit maupun implisit serta menganalisis terhadap knowledge based strategy (KBS) dengan tujuan agar didapatkan keuntungan dari KM dan KBS. Sehingga dapat menciptakan keunggulan bersaing berkelanjutan (sustainable competitive advantage) pada SMK.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa .............................

Kata Kunci: Pengetahuan, Manajemen Pengetahuan, Pengetahuan berbasis Strategy, Keunggulan Bersaing Berkelanjutan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

THE PRODUCTIVE AND COMPETITIVE ORGANIZATION IN ITS GROWTH



THE PRODUCTIVE AND COMPETITIVE ORGANIZATION  IN ITS GROWTH

Wiyanto, Reva Yunda Paradigma, Sulaeman, Mukhamad Khotib Arifai, Nurhalimah Pohan, Putri Nilam Kencana, Santi Octavianti, Suprapti Malika, dan  Thomas Landung Swaro
Master  program of Management, University of Pamulang
Email: wytcedu07@Gmail.com
 

ABSTRACT: The organization has become a necessity. Human is not only as individual human beings but also as a social creature. As social creature, humans always relate to other human beings. Since humans can not meet all the needs of his own life. To meet some of its needs and to develop the potency of his humanity, through rational thinking which based on considerations of profit and loss, good and bad, humans need a place named  organization. In order to keep the organization  in  productive and competitive situation,  grow and develop in accordance with the demands of the times, there should be some efforts to develop the organization.
 

CAREER MANAGEMENT, COMPENSATION, AND JOB SATISFACTION



 Wiyanto, Putri Nilam Kencana, Santi Octavianti, Suprapti Malika, Thomas Landung Swaro, Mikel Rachman Judika
 Master  program of Management, Pamulang University


ABSTRACT: This paper is armed to explain about the model of good career development, the model of giving compensation. It is used strategy to improve job satisfaction and the relation of career management, compensation, and job satisfaction.
The literature book, journal and other relevant resources are used to write this paper. Then, the collected data is analiyzed by using descriptive methode to get clear conclution and comprehensive in any problems.

Rabu, 15 Oktober 2014

REVISI LATAR BELAKANG



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Berdasarkan sifat kodratnya manusia sebagai mahluk individu juga sebagai makhluk sosial. Pada prinsipnya manusia adalah makhluk yang selalu hidup bermasyarakat (zoon politicon), yang selalu ingin hidup bersama-sama dengan manusia lain. Sebagai mahluk sosial manusia tidak mungkin hidup sendiri. Sebagi contoh bahwa manusia memiliki berbagai macam kebutuhan yang harus dipenuhi baik jasmani maupun rohani. Menurut Soerjono Soekamto, kebutuhan dasar manusia terdiri atas; sandang, pangan, papan, perlindungan akan keselamatan jiwa dan benda, harga diri, kesempatan untuk mengembangkan potensi, dan kasih sayang (Soerjono Soekamto, 1984:2).
Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di atas, manusia senantiasa berada dalam proses hubungan dengan manusia lainya. Untuk memenuhi beberapa kebutuhanya dan untuk mengembangkan potensi kemanusiaanya, dengan berfikir rasional yang didasarkan pada pertimbangan untung dan rugi, baik dan buruk,  manusia butuh sebuah wadah yang disebut dengan organisasi.
Menurut James D. Mooney bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Karena organisasi dipandang sebagai suatu badan yang terdapat perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama (Agung Feryanto, dkk, 2013:14).  Organisasi dapat juga diamati sebagai living organism seperti halnya manusia, dan sebagai produk proses organizing.
Sebagai living organism yang sudah ada, suatu organisasi merupakan output proses panjang di masa lalu. Sebagai produk proses organizing, organisasi adalah alat atau input bagi usaha mencapai tujuan.
Sejalan dengan pemikiran itu, Raymond E. Miles memberi batasan mengenai organisasi sebagai berikut;
“.......an organization is nothing more than a collection of people grouped together around a technology which is operated to transforms inputs from its environment into marketable goods or services.”(organisasi tidak lebih daripada sekelompok orang yang berkumpul bersama disekitar suatu teknologi yang dipergunakan untuk mengubah input-input dari lingkungan menjadi barang atau jasa-jasa yang dapat dipasarkan) (Faustin Cardoso Gomes, 1995:23).

Sejarah juga menunjukkan bahwa pada pertengahan tahun 1980-an sebagian besar menganggap bahwa organisasi semata-mata sebagai alat yang rasional untuk mengkoordinasi dan