Senin, 04 Mei 2015
Rabu, 15 Oktober 2014
REVISI LATAR BELAKANG
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Berdasarkan sifat
kodratnya manusia sebagai mahluk individu juga sebagai makhluk sosial. Pada
prinsipnya manusia adalah makhluk yang selalu hidup bermasyarakat (zoon politicon), yang selalu ingin hidup
bersama-sama dengan manusia lain. Sebagai mahluk sosial manusia tidak mungkin
hidup sendiri. Sebagi contoh bahwa manusia memiliki berbagai macam kebutuhan
yang harus dipenuhi baik jasmani maupun rohani. Menurut Soerjono Soekamto,
kebutuhan dasar manusia terdiri atas; sandang, pangan, papan, perlindungan akan
keselamatan jiwa dan benda, harga diri, kesempatan untuk mengembangkan potensi,
dan kasih sayang (Soerjono Soekamto, 1984:2).
Untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan di atas, manusia senantiasa berada dalam proses hubungan
dengan manusia lainya. Untuk memenuhi beberapa kebutuhanya dan untuk
mengembangkan potensi kemanusiaanya, dengan berfikir rasional yang didasarkan
pada pertimbangan untung dan rugi, baik dan buruk, manusia butuh sebuah wadah yang disebut dengan
organisasi.
Menurut James D. Mooney bahwa organisasi adalah bentuk
setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Karena
organisasi dipandang sebagai suatu badan yang terdapat perserikatan manusia
untuk mencapai tujuan bersama (Agung Feryanto, dkk, 2013:14). Organisasi dapat juga diamati sebagai living organism seperti halnya manusia,
dan sebagai produk proses organizing.
Sebagai living organism yang sudah ada, suatu
organisasi merupakan output proses
panjang di masa lalu. Sebagai produk proses organizing,
organisasi adalah alat atau input
bagi usaha mencapai tujuan.
Sejalan dengan pemikiran
itu, Raymond E. Miles memberi batasan mengenai organisasi sebagai berikut;
“.......an organization
is nothing more than a collection of people grouped together around a
technology which is operated to transforms inputs from its environment into
marketable goods or services.”(organisasi tidak lebih daripada sekelompok orang yang
berkumpul bersama disekitar suatu teknologi yang dipergunakan untuk mengubah
input-input dari lingkungan menjadi barang atau jasa-jasa yang dapat
dipasarkan) (Faustin Cardoso Gomes, 1995:23).
Sejarah juga menunjukkan
bahwa pada pertengahan tahun 1980-an sebagian besar
menganggap bahwa organisasi semata-mata
sebagai alat yang rasional untuk mengkoordinasi dan
Kamis, 13 Februari 2014
KEGIATAN BELAJAR MANDIRI 2 [JARAK JAUH] KELAS XI SEMESTER 2 MAPEL PKN SMK YPUI PARUNG
STANDAR KOMPETENSI
Menganalisis Hubungan Internasional dan Hubungan Internasional
KOMPETENSI DASAR
- Mengkaji peranan organisasi internasional (ASEAN, KAA, dan PBB) dalam meningkatkan hubungan internasional
- Menghargai kerjasama dan perjanjian internasional yang bermanfaat bagi indonesia.
Salah satu subyek hukum internasinal adalah organisasi internasional. Organisasi internasional seperti PBB, ILO dan lain-lain mempunyai hak dan kewajiban yang ditetapkan dalam konvensi internasional. Indonesia merupakan salah satu negara anggota PBB serta aktif didalamnya. Indonesia bergabung dengan anggota PBB sejalan dengan amanat pembukaan UUD 1945 yang salah satunya indonesia ikut berturut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia.
Untuk memperdalam pemahaman kalian silahkan kalian pelajari Modul [LKS] yang kalian miliki dan kerjakan setiap latihan soal yang menyertainya. Jika belum paham silahkan kalian ulangi memahami materinya. Jangan berganti mempelajari materi yang lain sebelum materi pada BAB ini kalian kuasai. Baca lebih dari dua kali materi pada BAB ini.
KEGIATAN BELAJAR MANDIRI 1 [JARAK JAUH] KELAS XI SEMESTER 2 MAPEL PKN SMK YPUI PARUNG
STANDAR KOMPETENSI 1
Menganalisis hubungan internasional dan organisasi internasional.
Pada BAB sebelumnya kalian telah belajar tentang undur-unsur berdirinya negara. Unsur-unsur berdirinya suatu negara dapat kita golongkan menjadi 2 (dua) yaitu unsur konstitutif dan unsur deklaratif. Unsur konstitutif berdirinya suatu negara ada tiga yaitu Rakyat, Wilayah, dan Pemerintah yang Berdaulat. Sedangkan unsur deklaratif berdirinya suatu negara yaitu pengakuan dari negara lain, di beberapa sumber yang lain terkadang menyebutkan unsur deklaratif berdirinya suatu negara adalah dapat menjalin hubungan dengan negara lain.
Pengakuan dari negara lain dapat berupa suatu negara dapat menjalin hubungan dengan negara lain di dunia atau lazim kita sebut sebagai hubungan internasional.
Hubungan internasional merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari politik internasional, organisasi internasional, administrasi serta politik luar negeri serta pelaksanaanya didalam dan di luar lingkungan diplomatik.
Minggu, 09 Februari 2014
TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMK YPUI PARUNG DALAM MENGAHADAPI DUNIA KERJA PASKA PKL
Percaya diri merupakan sikap yakin dan berfikir positif akan kemampuan yang dimiliki individu sehingga terbebas dari rasa cemas, takut, dan ragu dalam melakukan sesuatu. Kepercayaan diri juga merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan seseorang, disamping keahlian yang dimiliki. Banyak orang yang sebenarnya memiliki skill yang memadai tidak berhasil hanya karena persoalan tidak percaya diri. dst.
Kepercayaan diri siswa dalam menghadapi dunia kerja merupakan sejauh mana sikap positif dan keyakinan siswa dengan kemampuan yang dimiliki sehingga siswa tersebut yakin jika kemampuanya akan mampu memenuhi standart dunia kerja yang akan mereka hadapi.dst
Kata Kunci: Tingkat Kepercayaan Diri, Dunia Kerja
Langganan:
Postingan (Atom)